Sampingan

MENGENAL JENIS – JENIS SAPI DAN CIRI – CIRI SERTA ASAL MULANYA

         Sapi yang ada di dunia pada saat ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok sapi – sapi tropis dan kelompok sapi – sapi sub tropis. Diantaranya kelompok sapi tropis contohnya adalah sebagai berikut :

  • Sapi Zebu
  • Sapi Bos sondaicus
  • Sapi Bali
  • Dan sapi Madura

Daintaranya kelompok sapi sub tropis contohnya sebagai berikut ini :

  • Sapi Aberdeen Angus
  • Sapi Hereford
  • Sapi Shorthorn
  • Sapi Charolais
  • Sapi Simmental
  • Sapi Frisien Holland
  • Dan lain -lain

    Sedangkan berdasarkan tujuannya dari pemeliharaan maka bangsa sapi dapat dibedakan beberapa tipe yaitu :

1. Sapi tipe potong

      Sapi tipe potong  adalah sapi -sapi yang mempunyai untuk memproduksi daging dengan cepat, pembentukan karkas baik dengan komposisi perbandingan protein dan lemak seimbang hingga umur tertentu. Sapi tipe potong pada umumnya mempunyai ciri – ciri sebagai berikut diantaranya :

  • Bentuk tubuh yang lurus dan padat
  • Dalam dan lebar
  • Badannya berbentuk segi empat dengan semua bagian badan penuh berisi daging

Sapi – sapi yang temasuk dalam  tipe sapi potong  diantaranya :

  • Sapi Brahman
  • Sapi Ongole
  • Sapi Hereford
  • Sapi Shorthorn
  • Sapi Brangus
  • Sapi aberden Angus
  • Sapi Santa Gertrudis
  • Sapi Droughtmaster
  • Sapi Limousin
  • Sapi Simmental

2. Tipe sapi perah

      Tipe sapi perah ialah sapi-sapi yang mempunyai kemampuan memproduksi air susu dalam jumlah yang cukup banyak. Sapi perah pada umumnya mempunyai bentuk tubuh bagian belakang melebar kesegala arah sehingga terdapat kebebasan untuk pertumbuhan ambing atau mempunyai bentuk trapesium. Jenis sapi perah antara lain:

  • Sapi FH ( Friesian Holstein/Fries Holland )
  • Sapi Jersey
  • dll

3. Tipe sapi pekerja

      Tipe sapi pekerja ialah pada umumnya mempunyai tubuh yang besar, perototannya kuat dan besar serta tidak pelekatan lemak dibawah kulit. Mempunyai kulit kuat dan tahan terhadap cuaca. Sapi – sapi asli dari indonesia pada umunya termasuk dalam kelompok sapi tipe pekerja sabagai contoh :

  • Sapi Bali
  • Sapi Madura

A.     Berikut adalah gambar jenis – jenis sapi dan ciri – cirinya yang ada didunia yang kami ketahui melalui referensi media internet :

1.1  Tipe sapi potong

a. Sapi brahman jantan

      Sapi brahman jantan bersal dari negaranya Sahruk khan India, Sapi Brahman adalah keturunan sapi Zebu atau Boss Indiscuss. Aslinya berasal dari India kemudian masuk ke Amerika Serikat (AS) pada tahun 1849 dan berkembang pesat disana. Di Amerika Serikat, sapi Brahman ini dikembangkan, diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Setelah berhasil, jenis sapi ini diekspor ke berbagai negara. Dari AS, sapi Brahman menyebar ke Australia dan kemudian masuk ke Indonesia pada tahun 1974.

Ciri – cirinya adalah :

  • Gelambir dibawah leher sampai perut lebar dengan banyak lipatan – lipatan.
  • Telinga panjang menggantung dan berujung runcing
  • Warnanya bervariasi dari abu – abu muda, merah sampai hitam. Kebanyakan berwana abu muda dan abu tua
  • Sapi jantan warnanya lebih tua dari betina dan memiliki warna gelam didaerah leher,bahu dan paha bawah.

b. Sapi Ongole

Sapi Ongole berasal dari India, tepatnya di kabupaten Guntur, propinsi Andra Pradesh. Sapi ini menyebar keseluruh dunia termasuk Indonesia.

Ciri – ciri sapi Ongole adalah sebagai berikut :

  • Warna kulit putih kelabu
  • Berpunuk kecil
  • Tinggi dan ramping
  • Bercincin mata hitam disekitar mata
  • Moncong, rambut ekor dan kuku berwarna hitam
  • Gelambir dari bawah mandibular sampai dada
  • Pada kaki sering tampak lingkaran warna gelap
  • Pita yang mengelilingi bagian diatas kuku
  • Kepala terangkat
  • Dahi cembung
  • Tanduk pendek

 

Keunggulan sapi Ongole adalah sebagai berikut :

 

  • Tahan terhadap panas karena permukaan kulit luas dengan adanya gelambir yang besar
  • Berkaki kuat dan lurus
  • Daya tahan untuk kerja sangat baik
  • Mampu adaptasi terhadap kualitas pakan yang jelek

c. Sapi Hereford


      Sapi ini turunan dari sapi Eropa yang dikembangkan di Inggris, berat jantan rata-rata 900 kg dan berat betina 725 kg.

Ciri – ciri Sapi Hereford adalah sebagai berikut :

  • Bulunya berwarna merah, kecuali bagian muka, dada, perut bawah dan ekor berwarna putih.
  • Bentuk badan membulat panjang dengan ukuran lambung besar
  • Sebagian sapi bertanduk dan lainnya tidak

d. Sapi Shorthorn

      Sapi ini sama dengan Sapi Hereford yaitu dikembangkan di negara Inggris, sapi ini sebenarnya sebagai sapi perah. Di eksport dari Inggris ke Amerika pertama kali pada tahun 1780. Disebut juga sebagai sapi jenis DURHAM. Sapi jenis ini tidak diternakkan di DOMPI, sapi Shorthorm ini dikembangkan di negara Inggris bagian utara.

Ciri – ciri sapi shorthorn adalah sebagi berikut :

  • Bobot jantan dewasa di atas 1100 kg sedangkan bobot betina di atas 850 kg.
  • Bulu berbintik merah dan putih
  • Bentuk tubuh bagus dengan punggung lurus
  • Pertumbuhan ototnya kompak
  • Sebagian sapi bertanduk pendek, tetap kebanyakan tidak bertanduk

e. Sapi Brangus

      Sapi Brangus merupakan persilangan sapi betina Brahman dan pejantan Angus

Ciri – ciri sapi brangus adalah sebagai berikut :

  • Warna kulit hitam seluruhnya
  • Berpunuk ukuran kecil
  • Biasanya tidak bertanduk
  • Warna straw hijau

Keunggulan dari sapi brangus adalah sebagai berikut :

  • Toleransi terhadap lingkungan tropis
  • Tahan terhadap parasit luar dan dalam tubuh
  • Mampu adaptasi terhadap kualitas pakan yang jelek
  • Pertambahan berat badan berkisar 0,7 – 0,9 kg
  • Persentase daging 2 – 4 % lebih dari pada karkas bangsa sapi lain.

f. Sapi Aberden angus

      Sapi angus (Aberden Angus) berasal dari Inggris dan Skotlandia. Sapi ini tidak memiliki tanduk umur dewasa sapi Angus adalah 2 tahun, hasil karkas tinggi.

      Sebagai penghasil daging dan tidak digunakan untuk menghasilkan susu.
Anak sapi ukurannya kecil sehingga induk tidak banyak mengalami banyak stres pada saat melahirkan pedet. Untuk memperbaiki genetik sapi angus sering di kawin silangkan dengan sapi lain, misalnya sapi Brahman. Hasil persilangan disebut Brangus (Brahman Angus). Di Indonesia sapi angus di perkenalkan pada tahun 1973 dari Selandia Baru di di beberapa tempat di Jawa Tengah

Ciri – ciri Sapi Aberden Angus adalah sebagi berikut :

  • Warna kulit hitam
  • Leher pendek
  • Bentuk tubuh kekar kompak dan berotot
  • Warna straw salem

Keunggulan sapi Aberden Angus adalah sebagai berikut :

  • Tubuh besar dan kompak
  • Pertumbuhan badan sangat cepat
  • Berat badan dewasa jantan dapat mencapai lebih dari 1.100 kg
  • Adaptasi terhadap pakan dan lingkungan tropis

g. sapi Santa Gertrudis

      Sapi ini persilangan dari sapi jantan Brahman dengan sapi betina Shorthorn, dikembangkan pertama kali di King Ranch Texas AS tahun 1943 dan pada tahun 1973 masuk ke Indonesia.

Ciri – ciri Sapi Santa Gertrudis adalah sebagai berikut :

  • Bobot jantan rata – rata 900 kg dan bobot betina 725 kg
  • Badan sapi besar dan padat
  • Seluruh tubuh dipenuhi bulu pendek dan halus serta berwana kecoklatan
  • Punggungnya lebar dan dada berdaging tebal, kepala lebar, dahi agak berlekuk dan muka lurus
  • Gelambir lebar berada dibawah leher dan perut
  • Sapi jantan berpunuk kecil dan kepalanya bertanduk
  • Mempunyai toleransi terhadap panas yang lebih dan pakan yang sederhana
  • Dan tahan gigitan caplak

Keunggulan sapi Aberden Angus adalah sebagai berikut :

  • Tubuh besar dan kompak
  • Pertumbuhan badan sangat cepat
  • Berat badan dewasa jantan dapat mencapai lebih dari 1.100 kg
  • Adaptasi terhadap pakan dan lingkungan tropis

h. Sapi Droughtmaster

      Merupakan persilangan antara betina Brahman dengan jantan Shorthorn, dikembangkan di Australia. Banyak dijumpai di peternakan besar di Indonesia.

Ciri – ciri Sapi Droughmaster adalah sebagai berikut :

  • Sifat brahman lebih dominan
  • Badannya besar dan otot padat
  • Warna bulu merah coklat muda hingga merah atau cokelat tua
  • Pada ambing sapi betina terdapat bercak putih

i. Sapi limousin

      Sapi Limousine merupakan keturunan sapi eropa yang berkembang di Perancis. Tingkat pertambahan badan yang cepat perharinya 1,1.kg.

Ciri – ciri Sapi Limousin adalah sebagai berikut :

  • Ukuran tubuhnya besar dan panjang serta dadanya besar dan berdaging tebal
  • Bulunya berwarna merah mulus
  • Sorot matanya tajam
  • Kaki tegap dengan warna pda bagian lutut kebawah terang
  • Tanduk pada sapi jantan tumbuh keluar dan agak melengkung
  • Bobot sapi jantan 850 kg dan betina 650 kg.

j. Sapi Simental 

       Sapi Simental berasal dari swiss, dipublikasikan pertama kali pada tahun 1806 pemanfaatan sapi Simental  untuk produksi susu, mentega ( butter ), keju dan daging serta dimanfaatkan untuk hewan penarik beban. Pada awal 1785 parlemen Swiss membatasi ekspor sapi simental  karena kekurangan sapi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kemudian sapi disebar pada 6 benua. Jumlah sapi simental diperkirakan sekitar 60 juta ekor. Pada tahun 1990 bulu sapi simental berwarna kuning, merah dan putih. Pada dewasa ini kebanyakan berwarna hitam. Peternak berkeyakinan sapi hitam mempunyai harga yang lebih baik. Sapi simental  adalah jenis sapi lunak dan mudah dikelola dan dikenal.

Ciri – ciri  sapi simental adalah sebagai berikut :

  • Muka putih dan badan berwarna merah bata
  • Brisket, perut, kaki dan bulu pada umumnya berwarna putih
  • Bentuk tubuh yang kekar dan berotot, warna straw bening

Keunggulan sapi simental adalah sebagai berikut :

  •  Pertumbuhan cepat dengan pertambahan berat badan harian 0.9 – 1,2 kg
  •  Berat badan jantan ( 2 tahun ) 800 – 900 kg
  •  Berat jantan dewasa 1.000 – 1.200 kg
  •  Karkas tinggi dengan sedikit lemak
  •  Dual porpose ( daging dan susu)
  •  Berkembang baik hamper diseluruh daerah di Indonesia

2.1 Tipe Sapi Perah

 

1. Sapi FH ( Friesian Holstein/Fries Holland )

      Sapi FH sangat populer sebagai sapi perah. Pertama dibawa dari pulau Fries Land barat Belanda dan sebagian dari Australia serta Selandia baru, Amerika, Kanada, dan Jepang. Warnanya putih dan hitam dan sangat disukai peternak Sapi FH memiliki performansi yang baik sebagai penghasil daging dan susu. Distribusinya sebagian di dataran tinggi (700 m di atas permukaan laut) dengan temperatur antara 16-23o C, lembab dan basah di pulau Jawa. Sapi Holsteins dapat dikenali dengan cepat dari warnanya yaitu putih dan hitam/merah serta produksi susunya yang tinggi. Berat pedet yang baru lahir dapat mencapai 45 kg, berat dewasa dapat mencapai 750 kg dengan tinggi 58 inchi.

       Sapi dara dapat dikawinkan pada umur 15 bulan, jika berat badan sudah mencapai 400 kg, diharapkan umur pada waktu pertama kali melahirkan antara 24-27 bulan. Lama kebuntingan sekitar 9 bulan. Dengan lama produksi sekitar 6 tahun. Produksi susunya di Amerika 8.000 liter dengan lemak 330 kg  dan protein 275 kg per ekor per tahun. Di Indonesia produksi susu masih rendah, pertahun berkisar 3.000 liter.

Ciri – ciri Sapi FH adalah sebagai berikut :

  • Warna kulit hitam bercampur putih dengan batas yang jelas
  • Berpunuk ukuran kecil
  • Biasanya tidak bertanduk
  • Warna straw hijau.

keunggulan Sapi Fh adalah sebagai berikut :

  • Toleransi terhadap lingkungan tropis
  • Tahan terhadap parasite luar dan dalam tubuh
  • Mampu adaptasi terhadap kualitas pakan yang jelek
  • Lebih jinak
  • Produksi susu lebih banyak

2. Sapi Jersey

Sapi Jersey berasal dari pulau Jersey di Inggris, digunakan sebagai penghasil susu. Ukuran sapi kecil berkisar 360 sampai 540 kg untuk sapi betina dan 540 sd 820 kg untuk sapi pejantan. Kandungan lemak susu pada susu sapi jersey tinggi. Jenis sapi ini belum ada di Indonesia.

Ciri – ciri Sapi Jersey adalah sebagai berikut :

  • Warna sapi bervariasi dari abu – abu sampai hitam
  • Paha, kepala dan bahu sapi warnanya lebih gelap dari pada warna tubuhnya

3.1 Tipe Sapi Pekerja

1. Sapi Bali

     Ditinjau dari sistematika ternak, sapi Bali masuk familia Bovidae, Genus bos dan Sub-Genus Bovine. yang termasuk dalam sub-genus tersebut adalah; Bibos gaurus, Bibos frontalis dan Bibos sondaicus, sedang Williamson dan Payne menyatakan bahwa sapi Bali (Bos-Bibos Banteng) yang spesies liarnya adalah banteng termasuk Famili bovidae, Genus bos dan sub-genus bibos.

Sapi Bali merupakan sapi asli Indonesia, yang didomestikasi dari spesies banteng (Bibos Banteng).

Ciri – ciri Sapi Bali adalah sebagai berikut :

  • Warna bulu merah bata, tetapi jantan dewasa berubah menjadi hitam
  • Satu karakter lain yakni perubahan warna sapi jantan dari warna hitam kembali pada warna semula yakni coklat muda keemasan yang diduga karena makinn tersedianya hormone testosterone sebagai hasil produk testis

Sedangakan menurut Hardjosubroto (1994) bahwa ada tanda-tanda khusus yang harus dipenuhi sebagai sapi Bali murni, yaitu :

  • Warna putih bagian belakang paha, pinggiran bibir atas dan paha kaki bawah mulai tarsuh dan carpus sampai batas pinggir atas kuku,
  • Bulu pada ujung ekor hitam, bulu pada bagian dalam telinga putih, terdapat garis belut ( garis hitam ) yang jelas pada bagian atas punggung
  • Bentuk tanduk jantan yang paling ideal disebut bentuk tanduk silak congklok yaitu jalannya pertumbuhan tanduk mula – mula dari dasar sedikit keluar lalu membengkok ke atas
  • Kemudian pada ujungnya membengkok sedikit keluar
  • Pada yang betina bentuk tanduk yang ideal yang disebut manggul gangsa yaitu jalannya pertumbuhan tanduk satu garis dengan dahi arah kebelakang sedikit kebawah
  • Dan ujungnya sedikit mengarah kebawah dan ke dalam tanduk ini berwarna hitam.

2. Sapi Madura

      Sapi Madura merupakan hasil persilangan sapi Bali (Bibos banteng), sapi Ongole (Bos indicus) dan sapi Jawa (bos javanicus). Warna sapi merah kecoklatan tanpa warna putih di pantat. Keseragaman jenis sapi telah dikembangkan oleh orang Madura.

 Ciri – ciri Sapi Madura sebagai berikut :

  • Jantan maupun betinanya sama – sama berwarna merah bata
  • Paha belakang berwarna putih
  • Kaki depan berwarna merah muda
  • Tanduk pendek beragam pada betina kecil dan pendek berukuran 10 cm sedangkan jantannya berukuran 15 – 20 cm
  • Panjang badan mirip Sapi Bali teteapi masih memiliki punuk walaupun berukuran kecil.

PENUTUP

  1. Kesimpulan

      Sapi merupakan hewan pemakan rumput yang merubah bahan gizi rendah (rumput) menjadi bahan gizi tinggi (daging). Merupakan sumberdaya bernilai ekonomi tinggi. Kebutuhan meningkat sejalan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi. Pemeliharaan saat ini beralih dari ekstensif ke intensif. Sedikitnya ada 3 masalah pembangunan peternakan: penyediaan pakan, kualitas pakan dan sumber pakan. Pengembangan sapi potong dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu: (1) Pendekatan teknis; dengan cara inseminasi buatan, perbaikan pakan, penanaman hijauan makanan ternak (HMT), teknologi pemanfaatan dan pengolahan limbah pertanian/perkebunan, penyebaran ternak, vaksinasi, peningkatan mutu genetis pejantan, kapasitas tampung lahan, pemberian pakan tambahan. (2) Pendekatan terpadu; peningkatan produksi melalui intensifikasi dan pembinaan masal tentang teknologi produksi, sosial dan ekonomi. (3) Pendekatan agribisnis; dilakukan secara produktif dan efisien menghasilkan produk peternakan yang memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi.

       Dan dari makalah dijelaskan secara seingkat dan padat mengenai keterkaitan pengenalan jenis – jenis dan ciri –ciri sapi oleh karena itu kita sebagai pelajar harus mngeathui dan memahami dari makalah tersebut meskipun dari makalah tersebut msih banyak kekurangan yang belum dimengerti atau masih kurang penjelasannya mengenai bab tersebut.

  1. Saran dan kritik

      Mungkin dari kami selaku pembuat makalah menyadari masih banyak kesalahan yang harus diperbaiki baik berupa tulisan , kalimat yang masih ambigu dan masih belum ada keterangan mengenai penjelasan – penjelasan dari makalah tersebut kami mohon maaf sebesar – besarnya. Dan tidak lupa saran yang membangun dalam malakah ini

Chrisz-Bee

By chriszbeenet